Sabtu, 31 Januari 2015

Please stay

Secangkir kenangan yang ditemani rintik hujan, mengingatkanku akan setiap kenangan manis yang telah kita lalui bersama. Semakin membuatku tak ingin kehilanganmu sedetikpun, apapun alasannya. Tawamu adalah bahagiaku, meski tawamu bukan karenaku, atau tawamu bukan untukku. Tak masalah jika tawamu lebih banyak tercipta bukan untukku, tak masalah jika airmataku terjatuh untuk melihat kebahagiaanmu. Asalkan kamu bahagia, aku juga ikut bahagia (meski dengan hati yang terluka). Maafkan aku yang tak bisa selalu ada untukmu, tak bisa membuatmu tertawa lebih lama, aku hanya sering membuatmu kesal, mengecewakanmu hingga mungkin kamu merasa bosan denganku. Maaf aku tak bisa menjadi apa yang kamu inginkan. Namun, boleh kah aku memintamu untuk tak menjauh pergi? Bisa kah kau tetap disisiku saat aku melukaimu? Menghancurkan kebahagiaanmu? Sungguh itu bukan maksudku, aku hanya berusaha untuk membahagiakanmu. Apakah untuk membahagiakanmu aku harus merelakanmu pergi bersama oranglain yang lebih sempurna untukmu? Kurasa aku tidak sekuat itu, akan banyak airmata jika itu benar-benar terjadi.

Kudengar, status bukan ukuran kebahagiaan. Tak masalah jika kita tak memiliki status yang penting aku mencintaimu dan kamu mencintaiku, sesederhana itu saja. Mungkin trauma masalalu telah menghantuiku, takut kehilangan orang yang aku cinta. Aku tak ingin itu terjadi lagi, entah karena orang ketiga atau memang sudah takdirnya. Rasa takut itu sering menjatuhkan airmataku, mungkin karena aku terlalu mencintaimu. Bukankah 'terlalu' bisa menghasilkan sesuatu yang 'terlalu' juga? Mungkin akan terlalu sakit pada akhirnya. Tak berpacaran bukan berarti tak berkomitmen, tidak sayang atau mungkin ada orang ketiga. Tapi status saling memiliki juga penting, karena mana mungkin orang lain mengambil sesuatu yang bukan miliknya, kecuali dia pencuri. Tapi aku juga takut pada akhirnya kita akan berpisah, lalu berubah menjadi orang asing jika kita memiliki status. Entahlah, aku tak cukup pintar masalah cinta, aku tak mengerti apa itu cinta. Maka, ajari aku cinta, untuk bisa mengertimu.









010215 ~ Berjanjilah untuk tetap disisi, aku tak ingin kehilanganmu lagi.