Aku
lelah, aku lelah kau permainkan. Hatiku bukan layangan yang bisa kau tarik ulur
sesukamu. Aku juga punya perasaan, aku bisa merasakan sakitnya. Apa kau tak
menyadari itu? Aku memang tak secantik masa lalumu, aku memang tak sebaik masa
lalumu, aku memang tak sefeminim masa lalumu, aku memang tidak sehebat dia. Aku
tahu semua yang kau sembunyikan, aku tahu semua yang kau tutupi. Aku tahu
segalanya…. Masa lalumu masih menjeratmu, dan kamu pun tak ingin melepaskannya.
Rayuan manis, kata cinta, semua bisa saja kau berikan padaku saat kau
mengenakan topengmu. Tapi hatimu? Hatimu masih menginginkan masalalumu kembali.
Apa kamu tak menyadari betapa sakitnya aku? Apa kau tak menyadari seberapa
parah aku terluka?
Mataku gerimis,
aku tak bisa menahan (lagi) semua rasa sakit yang kau torehkan. Jelaskan padaku
semuanya! Jelaskan padaku kebenarannya! Katakan
padaku bahwa itu semua hanya spekulasiku sendiri, katakan bahwa itu semua
bohong…. Kumohon katakan…….
Salahku
yang tidak bisa membuatmu lupa akan masa lalumu, salahku yang tidak bisa
membuatmu jatuh cinta padaku lalu melupakan masa lalumu. Aku hanya bisa
mencintaimu dengan ini, dengan caraku sendiri. Dan maaf karena aku tidak bisa
membahagiakanmu. Aku telah memberikan segalanya, segala yang kupunya untuk
membuatmu bahagia, tapi itu semua tidak bisa membuatmu bahagia dan menyadari
seberapa tulusnya aku. Jika bahagiamu tidak ada padaku, kembalilah pada masa
lalumu. Aku masih bisa berdiri sendiri meski terseok-seok, dan aku masih bisa
tertawa dengan air mata yang mengalir deras, aku bisa tanpamu. Jadi kamu tidak
perlu khawatir akan aku. Asalkan kamu bahagia.
Kembalilah pada masa
lalumu yang membahagiakan. Tinggalkan saja masa kinimu yang menyedihkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar