Minggu, 15 Maret 2015

Kembalilah pada masa lalumu


                Aku lelah, aku lelah kau permainkan. Hatiku bukan layangan yang bisa kau tarik ulur sesukamu. Aku juga punya perasaan, aku bisa merasakan sakitnya. Apa kau tak menyadari itu? Aku memang tak secantik masa lalumu, aku memang tak sebaik masa lalumu, aku memang tak sefeminim masa lalumu, aku memang tidak sehebat dia. Aku tahu semua yang kau sembunyikan, aku tahu semua yang kau tutupi. Aku tahu segalanya…. Masa lalumu masih menjeratmu, dan kamu pun tak ingin melepaskannya. Rayuan manis, kata cinta, semua bisa saja kau berikan padaku saat kau mengenakan topengmu. Tapi hatimu? Hatimu masih menginginkan masalalumu kembali. Apa kamu tak menyadari betapa sakitnya aku? Apa kau tak menyadari seberapa parah aku terluka?

                Mataku gerimis, aku tak bisa menahan (lagi) semua rasa sakit yang kau torehkan. Jelaskan padaku semuanya!  Jelaskan padaku kebenarannya! Katakan padaku bahwa itu semua hanya spekulasiku sendiri, katakan bahwa itu semua bohong…. Kumohon katakan…….
                Salahku yang tidak bisa membuatmu lupa akan masa lalumu, salahku yang tidak bisa membuatmu jatuh cinta padaku lalu melupakan masa lalumu. Aku hanya bisa mencintaimu dengan ini, dengan caraku sendiri. Dan maaf karena aku tidak bisa membahagiakanmu. Aku telah memberikan segalanya, segala yang kupunya untuk membuatmu bahagia, tapi itu semua tidak bisa membuatmu bahagia dan menyadari seberapa tulusnya aku. Jika bahagiamu tidak ada padaku, kembalilah pada masa lalumu. Aku masih bisa berdiri sendiri meski terseok-seok, dan aku masih bisa tertawa dengan air mata yang mengalir deras, aku bisa tanpamu. Jadi kamu tidak perlu khawatir akan aku. Asalkan kamu bahagia.








Kembalilah pada masa lalumu yang membahagiakan. Tinggalkan saja masa kinimu yang menyedihkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar