Kamis, 26 Maret 2015
Sepucuk surat untukmu
Minggu, 15 Maret 2015
Kembalilah pada masa lalumu
Sabtu, 14 Maret 2015
Aku Memang Tidak Seperti Mantanmu by Dwitasari
Selasa, 10 Maret 2015
Surat untuk masa lalu
Kedatanganmu begitu sempurna, membuatku beranjak dari airmata tak berkesudahan, membuatku ingin mengenalmu lebih jauh lagi yang akhirnya membuatku kembali pada airmata lagi. Janjimu manis, namun bisu, tak bisa kau tepati. Dimana kamu yang tak akan menyakitiku? Apa tak menyakitiku berarti menghasilkan airmata sesering ini? Dimana kamu yang selalu menjaga hatiku? Sedangkan kamu dengan mudahnya memberikan kasih sayangmu kepada wanita lain. Apakah ini yang kau sebut menjaga hati? Maaf Tuan, aku memang wanita bodoh. Aku mengetahui segalanya, segala yang kau tutupi rapat-rapat. Tapi apa Tuan, aku masih disini, disampingmu. Memasang topeng seakan aku baik-baik saja. Kau melupakanku yang berusaha bertahan untukmu, Tuan pendusta.
Aku muak dengan topengmu, seringkali kau baik, seringkali kau picik. Apa aku hanya sebatas “boneka” yang bebas kau mainkan tanpa kau pedulikan perasaannya? Apa kau menganggapku seperti benda mati layaknya robot yang bisa kau sakiti dan kau bodohi kapanpun kamu mau? Kali ini aku sadar, usahaku untuk bertahan hanya kau anggap sampah. Kau bukan lagi pria baik yang dulu kukenal. Kau berubah menjadi orang asing yang tak kukenal. Keberadaanku tak mungkin lagi mengubahmu seperti dulu lagi, kamu bisa berdiri tegak tanpa bantuanku. Satu hal yang perlu kau tahu, aku tak menyesal pernah bersamamu, namun aku juga tak pernah menyesal karena meninggalkanmu.
Senin, 09 Maret 2015
Semogaku untuk kamu
Kamis, 05 Maret 2015
untitled
“Peluk aku, redakan tangisku. Katakan bahwa semuanya baik-baik saja. Aku mohon.. ” kata seorang perempuan diseberang sana dengan tangis yang tak kunjung reda.
Sabtu, 07 Februari 2015
Lirik Lagu Geisha – Jika Cinta Dia
Terlampau sering kau buang air mataku
Tak pernah kau tahu dalamnya rasa cintaku
Tak banyak inginku jangan kau ulangi
Menyakiti aku sesuka kelakuanmu
Ku bukan manusia yang tidak berfikir
Berulang kali kau lakukan itu padaku
Reff:
Jika cinta dia jujurlah padaku
Tinggalkan aku di sini tanpa senyumanmu
Jika cinta dia ku coba mengerti
Teramat sering kau membuat patah hatiku
Kau datang padanya tak pernah ku tahu
Kau tinggalkan aku di saat kubutuhkanmu
Cinta tak begini selama ku tahu
Tetapi ku lemah karena cintaku padamu
Jika cinta dia jujurlah padaku
Tinggalkan aku disini tanpa senyumanmu
Jika cinta dia ku coba mengerti
Mungkin kau bukan cinta sejati di hidupku
Sabtu, 31 Januari 2015
Please stay
Secangkir kenangan yang ditemani rintik hujan, mengingatkanku akan setiap kenangan manis yang telah kita lalui bersama. Semakin membuatku tak ingin kehilanganmu sedetikpun, apapun alasannya. Tawamu adalah bahagiaku, meski tawamu bukan karenaku, atau tawamu bukan untukku. Tak masalah jika tawamu lebih banyak tercipta bukan untukku, tak masalah jika airmataku terjatuh untuk melihat kebahagiaanmu. Asalkan kamu bahagia, aku juga ikut bahagia (meski dengan hati yang terluka). Maafkan aku yang tak bisa selalu ada untukmu, tak bisa membuatmu tertawa lebih lama, aku hanya sering membuatmu kesal, mengecewakanmu hingga mungkin kamu merasa bosan denganku. Maaf aku tak bisa menjadi apa yang kamu inginkan. Namun, boleh kah aku memintamu untuk tak menjauh pergi? Bisa kah kau tetap disisiku saat aku melukaimu? Menghancurkan kebahagiaanmu? Sungguh itu bukan maksudku, aku hanya berusaha untuk membahagiakanmu. Apakah untuk membahagiakanmu aku harus merelakanmu pergi bersama oranglain yang lebih sempurna untukmu? Kurasa aku tidak sekuat itu, akan banyak airmata jika itu benar-benar terjadi.
Kudengar, status bukan ukuran kebahagiaan. Tak masalah jika kita tak memiliki status yang penting aku mencintaimu dan kamu mencintaiku, sesederhana itu saja. Mungkin trauma masalalu telah menghantuiku, takut kehilangan orang yang aku cinta. Aku tak ingin itu terjadi lagi, entah karena orang ketiga atau memang sudah takdirnya. Rasa takut itu sering menjatuhkan airmataku, mungkin karena aku terlalu mencintaimu. Bukankah 'terlalu' bisa menghasilkan sesuatu yang 'terlalu' juga? Mungkin akan terlalu sakit pada akhirnya. Tak berpacaran bukan berarti tak berkomitmen, tidak sayang atau mungkin ada orang ketiga. Tapi status saling memiliki juga penting, karena mana mungkin orang lain mengambil sesuatu yang bukan miliknya, kecuali dia pencuri. Tapi aku juga takut pada akhirnya kita akan berpisah, lalu berubah menjadi orang asing jika kita memiliki status. Entahlah, aku tak cukup pintar masalah cinta, aku tak mengerti apa itu cinta. Maka, ajari aku cinta, untuk bisa mengertimu.
010215 ~ Berjanjilah untuk tetap disisi, aku tak ingin kehilanganmu lagi.

