Rindu adalah perasaan dimana aku menginginkan kamu ada
disini, disampingku. Berbagi kisah lewat tawa renyahmu yang membuatku nyaman,
mungkin bisa kamu tambahkan pelukan hangat yang membuatku merasa aman
disampingmu.
Aku kurang paham mengapa ada perbedaan definisi rindu yang
terjadi antara pria dan wanita. Mungkin perbedaan itu terjadi karena pria lebih
menggunakan logikanya ketimbang perasaannya, sedangkan wanita lebih menggunakan
perasaanya ketimbang logikanya. Semua berjalan seimbang, saling melengkapi. Itulah
yang memang harus dilakukan oleh cinta. Cinta yang melakukannya, tanpa paksaan.
Wanita merasakan rindu setiap waktu, terlebih saat mereka tidak
sengaja memikirkan sosok pria yang begitu dikaguminya. Dan pria, mereka
merasakan rindu saat memori mereka mulai bertanya kapan terakhir kali ia
bertemu dengan wanitanya. Sungguh wajar jika perbedaan ini terlihat jelas. Bukan
karena wanita dan pria jelas berbeda, tapi karena mereka mendefinisikan cinta
dari arah yang berbeda.
Saat aku merindukan sosok pria yang membuatku rela tidur
larut malam hanya untuk mendengar kabarnya. Aku merasakan sesuatu yang mungkin kamu
tidak bisa merasakannya, karena rasa ini tidak bisa diukur oleh logika. Rasa yang
memenuhi memori otakku, menahanku terjaga disetiap malam, memutar kembali kenangan
yang kita lalui bersama. Yak! Aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Rinduku berbeda
dengan rindu yang kau rasakan. Rindu yang mustahil terobati meskipun dengan
pertemuan. Entah ini adalah perasaan yang diberikan Tuhan hanya untuk wanita
atau bagaimana aku tidak mengerti. Yang jelas, mengartikan perasaan rindu
seorang wanita itu tidak mudah, sulit dimengerti.
Kami tidak mudah mengatakan rindu, terlebih kepada pria yang
bukan milik kami. Dan menahan rindu itu tidak mudah, sering kali kami
meneteskan air mata hanya karena rindu. Rindu menyiksa kami, menahan memori
agar tetap disini, tetap berdiam diri dan merenung, lantas bagaimana dengan
hari-hari kami? Kami mengatakan rindu jika kami benar benar tidak bisa
menyembunyikannya sendirian. Kami ingin kalian tahu jika kami rindu. Mungkin sebagian
dari kalian para pria berfikir, “Lantas apa yang harus kami lakukan jika mereka
rindu?” Pertanyaan yang logis. Sebenarnya kami tidak menuntut pertemuan agar
rindu kami ‘sedikit’ terobati. Kami hanya ingin tahu apakah kalian merasakan
sama seperti yang kami rasakan atau tidak, sesimple itu. Kami juga tidak
menuntut kalian mengatakan “Aku juga rindu kamu.” Sekali lagi, kami hanya ingin
memberitahu kalian bahwa rindu ini menyiksa kami. Kami tidak bisa menyimpannya
sendirian. Mengertilah.
dari wanita yang sedang
menahan rindu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar