Suka? Iya. Sayang? Iya.
Cinta? Entah, mungkin iya. Apakah kau tau akan perasaanku padamu? Apakah kamu
memiliki perasaan yang sama? Apakah kamu masih mencintai mantan kekasihmu? Atau
kamu suka dengan oranglain? Mengapa kau seakan memberiku secercah harapan? Menerbangkanku
ke awan lalu menjatuhkanku begitu saja. Masih banyak pertanyaan yang (sebenarnya)
ingin kutanyakan padamu. Tapi apa hak ku? Kita hanya sebatas teman. Mungkin kah
kita melampauinya? Memenangkan rasaku yang begitu besar setelah kau memberiku kenyamanan
dan mengobati lukaku? Semoga semua ini berakhir indah. Begitulah doaku.
Aku tau seharusnya aku tidak berharap sejauh ini saat
perasaanmu saja masih begitu mengharapkan dia. Namun bagaimana dengan harapan
yang kau berikan? Bukannya aku ingin menuntut banyak hal darimu. Dengan hubungan
kita yang seperti ini saja aku sudah bahagia. Namun saat melihatmu bersama
perempuan lain, ada rasa tak rela yang merasuki pikiranku, sebut saja rasa itu cemburu.
Untuk apa aku cemburu? Memangnya aku siapa, kekasihmu? Haha, bodoh! Bisa sedekat ini denganmu saja aku sudah
bersyukur. Jadi untuk apa aku menunjukannya cemburuku padamu? Agar dikasihani? Oh,
tidak. Aku tahu diri akan posisiku
.
Tenanglah, aku tidak akan menuntut apapun darimu. Andai kau
tau, kau adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan.
dari seseorang yang
kehabisan cara
mengungkapkan perasaan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar